Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

A side-note for myself.

I should realize that growing older and growing wiser is 2 different things, but it matches each other. Semakin kita dewasa, semakin banyak hal baik atau buruk yang terjadi pada kita. Itu hal normal, semua orang mengalami hal yang kurang lebih intinya sama; kegagalan, kekecewaan, dan patah hati. Bertambah tua itu pasti, tapi menjadi lebih dewasa, itu pilihan. Hal-hal yang terjadi pada kita, bisa jadi diluar kendali kita, tapi pengaruh dapat kita control dengan respon dari diri kita. Senang atau sedih, kita punya kendali penuh untuk hal itu. Kebetulan pernah baca, rumus kebahagiaannya Mo Gawdat Happiness is equal to or greater than the events of your life minus your expectation of how life should be. The event in which sometimes we can’t control, but we do fully control our expectation. Semakin dewasa, semakin banyak hal yang kita ketahui, semakin mengecil lingkaran interest kita, dan semakin besar ekspektasi kita akan hidup yang kita jalani. That’s hurt, really, hurt a lot. Ind...

Funny

It’s funny how people try to handle the things they couldn’t And giving up for the things they could. It’s funny how people remembering the things that not matter And forgetting things that more important It’s funny how people falling in love for somebody that doesn’t give a damn And giving easy heartbreaks for those who love ‘em.

Tentang rasa syukur

Setiap malam, kusapa langit dan bintang Tak lupa tersenyum kepada rembulan Atas segala kenikmatan hidup yang aku alami Untuk segala pertemuan dan senyuman Entah itu awal atau akhir Dengan dirimu Kuhanya ingin Tersenyum dan bersyukur Karena telah Dipertemukan denganmu -Bandung, 28 November 2016

Pantaskah Kita Berbeda ? (Repost from my tumblr 3 or 4 years ago)

Pantaskah Kita Berbeda ? Ini adalah pandangan saya, mengenai perdebatan tentang perbedaan agama yang kian marak dari hari ke hari. Mari kita bebas bertanggung jawab dalam berpendapat.                  Terus terang, saya heran. Ketika akhir-akhir ini, saya seringkali membaca Koran dan melihat siaran televise, saya menyaksikan berbagai kejadian negative berkaitan dengan perbedaan, khususnya perbedaan agama. Saya paham dan mengerti bahwa sebenarnya memang kasus-kasus seperti ini sudah seringkali terjadi di tanah air, bahkan bukan hanya terjadi di sini, melainkan dunia luar pun lebih sering mengalami. Seperti kasus perebutan Israel-Palestina, yang menurut saya sudah di luar ambang batas dari harkat dan martabat manusia sebagai makhluk berakhlak yang saat ini tak kunjung reda. Saya mengerti pula, perdebatan mengenai perbedaan agama merupakan hal yang sangat sensitive, sekali kita  ngawur  dal...

Thank God I'm still living untill now.

It’s who we are Doesn’t matter if we’ve gone too far Doesn’t matter if it’s all okay Doesn’t matter if it’s not our day Because its who we are. Have you ever been wondering, why the worlds work so systematically so that everything human ever dreamt almost came true? A hundred years ago no one never knew that we would be able to travel upon clouds , 60 years ago no one ever wonder that we could talk to each other from a long distance trough telephones and televisions, and not until 20 years ago, who knew that we could banish the wall of communication even shorter: internet. It all thanks to our basic human perception: curiosity. It has become a major sword for those who fight for their dream: Curiosity is contradictory with fear, yet sometimes, or most of the times, it is what makes us brave in taking every decision we should all make. Even not only human, every young living flesh, has this so beneficially-curiousity. Birds would be curious how they will be able to fly, kit...

Ny. Soerjati - A Novel (Part 2)

            Senin, 23 Maret 2002             Senin. Hari yang kebanyakan orang bilang, terutama anak sekolah, sebagai hari awal penderitaan tak berujung selama 6 hari kedepan. Buku pelajaran berat seperti ipa dan ips membuat tas ini seperti memiliki gaya gravitasi lebih. Setelah disuruh ibu mandi, pun aku masih mengantuk, tak ayal ku kembali ke atas kasurku yang empuk, kembali berselubung selimut tebal yang membuat ibuku semakin gemas terhadapku. “Pang, ayo segera sarapan, nanti kamu terlambat sekolah.” Kata ibu seraya merapikan buku dan barangku. Ku hanya diam, sedikit menggerutu, tak kusahut kata-kata ibu. Pun ibu mulai lagi mengoceh seperti hari-hari biasanya. “Pang, kamu ini ya, kerjaannya dari semalaman bermain terus, sudah malas belajar, malas ke gereja, besar nanti mau jadi apa? Lihat tuh  kokomu,  ko josua dan ko david, sudah pintar, rajin belajar, sering dapat juara kelas pul...

Ny. Soerjati - A Novel (Part 1) by @ipankmichael

Nj. Soerjati ***             Detik-detik ini serasa ku menggantungkan diriku pada dua hal yang tak pasti, dan tak dapat kuhindari. Perasaan yang berkecamuk di hati seakan-akan hendak meluap dan bercampur tidak karuan. Entah bagaimana dan darimana mulanya, kenangan demi kenangan menghampiriku, bak film pendek hitam putih, setiap kata demi kata, tangisan, canda tawa menjadi sebuah animasi yang bermain-main di alam khayalku.             Suara roda ini pada akhirnya memberhentikanku di suatu tempat. Putih, dingin, namun ku tak sendiri. Kulihat sosok yang tidak asing bagiku. Berdiri tegak cukup jauh disana. Penglihatanku boleh saja tumpul dan berkurang, namun perasaan ini, tak sedikitpun cuil dari retaknya zaman. Aku tahu itu mereka. Ya, mereka. Aku mengenali mereka, luar dan dalam. “Nyonya Suryati”           ...