I should realize that growing older
and growing wiser is 2 different things, but it matches each other.
Semakin kita dewasa, semakin banyak
hal baik atau buruk yang terjadi pada kita. Itu hal normal, semua orang
mengalami hal yang kurang lebih intinya sama; kegagalan, kekecewaan, dan patah
hati. Bertambah tua itu pasti, tapi menjadi lebih dewasa, itu pilihan. Hal-hal
yang terjadi pada kita, bisa jadi diluar kendali kita, tapi pengaruh dapat kita
control dengan respon dari diri kita. Senang atau sedih, kita punya kendali
penuh untuk hal itu.
Kebetulan pernah baca, rumus
kebahagiaannya Mo Gawdat Happiness
is equal to or greater than the events of your life minus your expectation of
how life should be. The event in which sometimes we can’t control, but
we do fully control our expectation. Semakin dewasa, semakin banyak hal yang
kita ketahui, semakin mengecil lingkaran interest kita, dan semakin besar
ekspektasi kita akan hidup yang kita jalani. That’s hurt, really, hurt a lot.
Indikasinya: kita susah bahagia, lebih banyak mengeluh dan sering
membangdingkan hidup kita dengan orang lain.
Saya
bahkan tau, dengan mengontrol ekspektasi saja, kebahagiaan dapat kita dapatkan.
Tapi nyatanya, saya masih sering tidak lakukan. Menjadi dewasa itu pasti, tapi
menjadi bijak itu memang pilihan yang sulit.
Kedua,
We will
never know how someone feel until we’ve been in their shoes. Terutama masalah
depresi. Depresi itu kedengarannya hal yang konyol, kekanak-kanakan dan sangat
tidak dewasa. Hal yang sangat tidak keren (re: depresi) yang kita selalu piker bahwa
kita bisa ngehindarin itu. Meskipun saya bukan psikolog, tp menurut saya
depresi merupakan hal yang tidak bisa kita control. Depresi itu ibarat seperti
demam- akibat system imun tubuh yang sedang berjuang buat menangkal penyakit. Ada
orang yang demamnya cepat turun, ada yang berhari-hari baru sembuh. So does
depression, I think.
Ketiga,
nulis, ngomong, itu masalah yang gampang. Kalau diperhatikan lagi, sebenarnya poin
pertama saya tadi totally full of bulshits, sedangkan point kedua full of
concern. Ketika poin kedua kita rasakan secara pribadi, setiap orang mungkin
akan mengalami pengalaman yang berbeda, tetapi, dan akan belajar bahwa pada
akhirnya,bertambah tua itu pasti, dan menjadi lebih bijak itu pilihan yang
sulit.(un-edited).
Comments
Post a Comment