Halo, perkenalkan, aku ipang, manusia biasa berumur 23 tahun (hampir 24 tahun, dalam beberapa bulan lagi). Hai kamu yang sedang membaca ini! Terimakasih sudah mau sejenak meluangkan waktu untuk bercakap denganku. Oiya sepertinya aku belum pernah melihat atau berjumpa denganmu, mungkin saja sih, atau terkadang aku yang terlalu acuh dengan dunia di sekitarku, sehingga tak pernah tahu padahal kau berada disitu. Pertemuan pertama kita kali ini aku mulai dengan kata maaf. Kenapa aku meminta maaf? Bahkan kenal saja belum. Agak aneh, memang, jika perkenalan - perkenalan yang lainnya biasa dimulai dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari, aku malah meminta maaf. Ya, aku ingin melepaskan segala perasaan bersalahku nantinya, jika saja ketika kau membaca ini, kau jadi kecewa atau marah denganku. Sudah bisa memaafkanku? Setidaknya menerimaku apa adanya terlebih dahulu, karena jika sudah, maka aku akan melanjutkan sedikit ceritaku. Aku terlahir dari keluarga yang pernah...
Ungkapan Tuhan tidak pernah tidur nampaknya perlu ditinjau kembali. Siapa bilang Tuhan tidak pernah tidur? Kita sebagai manusia hanya bisa mengira-ngira. Tuhan tidak tidur, hanya sebatas perkiraan, karena kita menganggap Tuhan itu super sibuk. Tuhan melakukan ini, melakukan itu, untuk kita semua, seakan-akan ngga ada waktu buat Tuhan untuk beristirahat. Waduh sejahat itukah kita ngga ngasi kesempatan buat Tuhan untuk tidur? Seakan-akan Tuhan adalah "Wujud Ilahi" yang bisa kita peras, yang kita bisa minta tolong kapanpun kita mau, dalam keadaan apapun (meskipun lebih banyak dalam keadaan yang susah dan terjepit, kenyataan kebanyakan orang baru ingat Tuhan ketika dalam kondisi kesulitan). Lantas, apa bedanya Tuhan kita dengan orang suruhan atau pegawai kita yang dapat melakukan banyak hal untuk kita? Sabar... Yang namanya perkiraan, tentu belum tentu itu yang terjadi. Perkiraan dibuat dengan menggunakan asumsi dan pendekatan yang dianggap dapat mewakili keadaan sebenarnya....