Skip to main content

Posts

30 Days getting to know myself deeper (Day -1)

Halo, perkenalkan, aku ipang, manusia biasa berumur 23 tahun (hampir 24 tahun, dalam beberapa bulan lagi). Hai kamu yang sedang membaca ini! Terimakasih sudah mau sejenak meluangkan waktu untuk bercakap denganku. Oiya sepertinya aku belum pernah melihat atau berjumpa denganmu, mungkin saja sih, atau terkadang aku yang terlalu acuh dengan dunia di sekitarku, sehingga tak pernah tahu padahal kau berada disitu. Pertemuan pertama kita kali ini aku mulai dengan kata maaf. Kenapa aku meminta maaf? Bahkan kenal saja belum. Agak aneh, memang, jika perkenalan - perkenalan yang lainnya biasa dimulai dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari, aku malah meminta maaf. Ya, aku ingin melepaskan segala perasaan bersalahku nantinya, jika saja ketika kau membaca ini, kau jadi kecewa atau marah denganku. Sudah bisa memaafkanku? Setidaknya menerimaku apa adanya terlebih dahulu, karena jika sudah, maka aku akan melanjutkan sedikit ceritaku. Aku terlahir dari keluarga yang pernah...
Recent posts

Tuhan seharusnya tidur, manusia yang harus bangun

Ungkapan Tuhan tidak pernah tidur nampaknya perlu ditinjau kembali. Siapa bilang Tuhan tidak pernah tidur? Kita sebagai manusia hanya bisa mengira-ngira. Tuhan tidak tidur, hanya sebatas perkiraan, karena kita menganggap Tuhan itu super sibuk. Tuhan melakukan ini, melakukan itu, untuk kita semua, seakan-akan ngga ada waktu buat Tuhan untuk beristirahat. Waduh sejahat itukah kita ngga ngasi kesempatan buat Tuhan untuk tidur? Seakan-akan Tuhan adalah "Wujud Ilahi" yang bisa kita peras, yang kita bisa minta tolong kapanpun kita mau, dalam keadaan apapun (meskipun lebih banyak dalam keadaan yang susah dan terjepit, kenyataan kebanyakan orang baru ingat Tuhan ketika dalam kondisi kesulitan). Lantas, apa bedanya Tuhan kita dengan orang suruhan atau pegawai kita yang dapat melakukan banyak hal untuk kita? Sabar... Yang namanya perkiraan, tentu belum tentu itu yang terjadi. Perkiraan dibuat dengan menggunakan asumsi dan pendekatan yang dianggap dapat mewakili keadaan sebenarnya....

A side-note for myself.

I should realize that growing older and growing wiser is 2 different things, but it matches each other. Semakin kita dewasa, semakin banyak hal baik atau buruk yang terjadi pada kita. Itu hal normal, semua orang mengalami hal yang kurang lebih intinya sama; kegagalan, kekecewaan, dan patah hati. Bertambah tua itu pasti, tapi menjadi lebih dewasa, itu pilihan. Hal-hal yang terjadi pada kita, bisa jadi diluar kendali kita, tapi pengaruh dapat kita control dengan respon dari diri kita. Senang atau sedih, kita punya kendali penuh untuk hal itu. Kebetulan pernah baca, rumus kebahagiaannya Mo Gawdat Happiness is equal to or greater than the events of your life minus your expectation of how life should be. The event in which sometimes we can’t control, but we do fully control our expectation. Semakin dewasa, semakin banyak hal yang kita ketahui, semakin mengecil lingkaran interest kita, dan semakin besar ekspektasi kita akan hidup yang kita jalani. That’s hurt, really, hurt a lot. Ind...

Funny

It’s funny how people try to handle the things they couldn’t And giving up for the things they could. It’s funny how people remembering the things that not matter And forgetting things that more important It’s funny how people falling in love for somebody that doesn’t give a damn And giving easy heartbreaks for those who love ‘em.

Tentang rasa syukur

Setiap malam, kusapa langit dan bintang Tak lupa tersenyum kepada rembulan Atas segala kenikmatan hidup yang aku alami Untuk segala pertemuan dan senyuman Entah itu awal atau akhir Dengan dirimu Kuhanya ingin Tersenyum dan bersyukur Karena telah Dipertemukan denganmu -Bandung, 28 November 2016

Pantaskah Kita Berbeda ? (Repost from my tumblr 3 or 4 years ago)

Pantaskah Kita Berbeda ? Ini adalah pandangan saya, mengenai perdebatan tentang perbedaan agama yang kian marak dari hari ke hari. Mari kita bebas bertanggung jawab dalam berpendapat.                  Terus terang, saya heran. Ketika akhir-akhir ini, saya seringkali membaca Koran dan melihat siaran televise, saya menyaksikan berbagai kejadian negative berkaitan dengan perbedaan, khususnya perbedaan agama. Saya paham dan mengerti bahwa sebenarnya memang kasus-kasus seperti ini sudah seringkali terjadi di tanah air, bahkan bukan hanya terjadi di sini, melainkan dunia luar pun lebih sering mengalami. Seperti kasus perebutan Israel-Palestina, yang menurut saya sudah di luar ambang batas dari harkat dan martabat manusia sebagai makhluk berakhlak yang saat ini tak kunjung reda. Saya mengerti pula, perdebatan mengenai perbedaan agama merupakan hal yang sangat sensitive, sekali kita  ngawur  dal...

Thank God I'm still living untill now.

It’s who we are Doesn’t matter if we’ve gone too far Doesn’t matter if it’s all okay Doesn’t matter if it’s not our day Because its who we are. Have you ever been wondering, why the worlds work so systematically so that everything human ever dreamt almost came true? A hundred years ago no one never knew that we would be able to travel upon clouds , 60 years ago no one ever wonder that we could talk to each other from a long distance trough telephones and televisions, and not until 20 years ago, who knew that we could banish the wall of communication even shorter: internet. It all thanks to our basic human perception: curiosity. It has become a major sword for those who fight for their dream: Curiosity is contradictory with fear, yet sometimes, or most of the times, it is what makes us brave in taking every decision we should all make. Even not only human, every young living flesh, has this so beneficially-curiousity. Birds would be curious how they will be able to fly, kit...