Skip to main content

30 Days getting to know myself deeper (Day -1)

Halo, perkenalkan, aku ipang, manusia biasa berumur 23 tahun (hampir 24 tahun, dalam beberapa bulan lagi). Hai kamu yang sedang membaca ini! Terimakasih sudah mau sejenak meluangkan waktu untuk bercakap denganku. Oiya sepertinya aku belum pernah melihat atau berjumpa denganmu, mungkin saja sih, atau terkadang aku yang terlalu acuh dengan dunia di sekitarku, sehingga tak pernah tahu padahal kau berada disitu. Pertemuan pertama kita kali ini aku mulai dengan kata maaf. Kenapa aku meminta maaf? Bahkan kenal saja belum. Agak aneh, memang, jika perkenalan - perkenalan yang lainnya biasa dimulai dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari, aku malah meminta maaf. Ya, aku ingin melepaskan segala perasaan bersalahku nantinya, jika saja ketika kau membaca ini, kau jadi kecewa atau marah denganku.

Sudah bisa memaafkanku? Setidaknya menerimaku apa adanya terlebih dahulu, karena jika sudah, maka aku akan melanjutkan sedikit ceritaku.

Aku terlahir dari keluarga yang pernah kaya, ayahku seorang mantan pengusaha dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga biasa (hingga saat ini). Aku memiliki banyak sekali kenangan pada masa kecilku, sama halnya denganmu, namun bukan kenangan bahagia, bukan juga kenangan yang menyedihkan, hanya saja tentang sedikit perjuangan. Ayahku pernah jatuh sakit dan membuat ekonomi keluarga lumpuh. Aku pernah hidup berpindah-pindah ala manusia purba, secara nomaden, haha maksudnya mengontrak. Dari rumah yang layak hingga sebuah gudang di luar kota, pernah aku tinggali.

Oiya, maafkan kebiasaan burukku, sulit menceritakan segala sesuatu secara detail dan runtut. Tapi kali ini aku akan mencoba, aku berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Aku lahir, dan bersekolah di kota tersebut hingga bangku kelas 5.

Aku ingin kamu tahu, bahwa aku setidaknya pernah "hidup berjuang dan bekerja sangat keras" hanya untuk sekedar hidup. Tapi akhir-akhir ini, aku merasa, semangat itu hilang dalam diriku. Seberjalan kehidupan yang semakin lama (syukurlah) berlangsung menjadi semakin baik bagiku, aku seperti tenggelam dalam muara air buatanku sendiri. Aku lupa dan bahkan tidak lagi mengenal diriku yang dulu. Oleh karena itu, izinkanlah aku berkenalan lagi dengan diriku sendiri. Terdengar egois hahaha, tapi aku takut, karena semakin lama aku semakin tidak mencintai diriku sendiri. Tenggelam dalam permasalahan orang lain dan melupakan bahwa aku, punya aku.

Oiya, aku lupa, aku sedang rehat semua social media, bahasa kerennya deactive akun sementara. Oleh karena itu juga aku sedang ingin memulai perjalanan refleksi ini, denganmu. Mungkin sekian itu tadi perkenalanku di dialog pembuka kali ini. Aku mau bekerja dulu, pasti nanti aku sambung lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Political Interview at Sukowoyo Village :) (PART 1)

Actually it must be nothing to do when day is Saturday except Community Services. Fortunately we were doing a strange tasks from Mr. Wid on a nice Saturday, at 1st of September 2012. We had to create some interviews about political things toward societies at Wonokoyo Village. We had choose walking rather than waiting travello which was used to accommodate us to our destinations. And as teenagers, There were some moments which already been "documented" as far before we went to finish our jobs. Here ya go ! Check 'em out ! :D Boys never feel guilty Girls never be the same  as boy -.-a Aji seems unidentified man by seeing his behavior toward Galih :D Nice Picture ! Love it ! :D Couple of girls (ambiguation) \-.-/ We were possessed to be "Boy Band" Trio Science Fiver's girls. Nice Smile ! ^.^ Bustomi's smile attract me to blow him. LOL :D Most free laugh i ever been seen :) Joevandi's ducky...

secuil kisah anak SMA

Disiang ini, saat ini, kumenatap cakrawala biru dari sepasang jendela kamar b III 4, terpapar jelas keelokan bumi tlogowaru, dengan beberapa bangunan (cukup) tinggi, dan tentunya, sebuah trademark kebanggaan SMA Negeri 10 Malang, Mercusuar. Siang ini cukup bersahabat. Angin berhembus melalui jendela dan menyegarkan pikiranku. Bebas, dan lepas, seakan tak peduli dengan realita kejam yang menghampiri. Ya, beberapa saat lagi aku (dan teman-temanku) harus mengakhiri, sebuah ukiran indah selama 3 tahun masa putih abu-abu. Masa SMA, masa penuh cerita, canda, tangis, dan tawa, katanya.                 Tak lupa sekilas kuperkenalkan diriku, Pangestu Soekarno Utomo. Kelas X-1, XI dan XII IPA 5. Aku datang dari kota kecil di ujung perbatasan sebelah barat, antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, Magetan. Saat ini kutelah menyelesaikan ujian nasional, yang artinya secara teknis, aku sudah menyelesaikan pendidikan formal jenja...

I've been searching a lot. And Google didn't answer my Question

Simple Question : Doesn't Life Exist Once I asked my father What does life means Gently, he said Life is on your google Ask him All of things are provided there Then I went to my room I plugged my modem And started to browse  Google Then I typed “What Does Life Actually Means” A lot of answers were shown A lot of possibilities of life had been told I didn’t choose I didn’t recognize even one answer That is suitable for me Then I came back to my father I asked him, once again What does life actually means Gently he said Google won’t know Your surroundings wouldn't tell Life doesn’t exist outside your body Life does exist in your body That's why you're breathing Eating, hating, dating and loving Your mind Your Soul Just like a poem