Halo, perkenalkan, aku ipang, manusia biasa berumur 23 tahun (hampir 24 tahun, dalam beberapa bulan lagi). Hai kamu yang sedang membaca ini! Terimakasih sudah mau sejenak meluangkan waktu untuk bercakap denganku. Oiya sepertinya aku belum pernah melihat atau berjumpa denganmu, mungkin saja sih, atau terkadang aku yang terlalu acuh dengan dunia di sekitarku, sehingga tak pernah tahu padahal kau berada disitu. Pertemuan pertama kita kali ini aku mulai dengan kata maaf. Kenapa aku meminta maaf? Bahkan kenal saja belum. Agak aneh, memang, jika perkenalan - perkenalan yang lainnya biasa dimulai dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari, aku malah meminta maaf. Ya, aku ingin melepaskan segala perasaan bersalahku nantinya, jika saja ketika kau membaca ini, kau jadi kecewa atau marah denganku.
Sudah bisa memaafkanku? Setidaknya menerimaku apa adanya terlebih dahulu, karena jika sudah, maka aku akan melanjutkan sedikit ceritaku.
Aku terlahir dari keluarga yang pernah kaya, ayahku seorang mantan pengusaha dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga biasa (hingga saat ini). Aku memiliki banyak sekali kenangan pada masa kecilku, sama halnya denganmu, namun bukan kenangan bahagia, bukan juga kenangan yang menyedihkan, hanya saja tentang sedikit perjuangan. Ayahku pernah jatuh sakit dan membuat ekonomi keluarga lumpuh. Aku pernah hidup berpindah-pindah ala manusia purba, secara nomaden, haha maksudnya mengontrak. Dari rumah yang layak hingga sebuah gudang di luar kota, pernah aku tinggali.
Oiya, maafkan kebiasaan burukku, sulit menceritakan segala sesuatu secara detail dan runtut. Tapi kali ini aku akan mencoba, aku berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Aku lahir, dan bersekolah di kota tersebut hingga bangku kelas 5.
Aku ingin kamu tahu, bahwa aku setidaknya pernah "hidup berjuang dan bekerja sangat keras" hanya untuk sekedar hidup. Tapi akhir-akhir ini, aku merasa, semangat itu hilang dalam diriku. Seberjalan kehidupan yang semakin lama (syukurlah) berlangsung menjadi semakin baik bagiku, aku seperti tenggelam dalam muara air buatanku sendiri. Aku lupa dan bahkan tidak lagi mengenal diriku yang dulu. Oleh karena itu, izinkanlah aku berkenalan lagi dengan diriku sendiri. Terdengar egois hahaha, tapi aku takut, karena semakin lama aku semakin tidak mencintai diriku sendiri. Tenggelam dalam permasalahan orang lain dan melupakan bahwa aku, punya aku.
Oiya, aku lupa, aku sedang rehat semua social media, bahasa kerennya deactive akun sementara. Oleh karena itu juga aku sedang ingin memulai perjalanan refleksi ini, denganmu. Mungkin sekian itu tadi perkenalanku di dialog pembuka kali ini. Aku mau bekerja dulu, pasti nanti aku sambung lagi.
Comments
Post a Comment