Nj. Soerjati
***
Detik-detik ini serasa ku menggantungkan diriku pada dua hal yang tak pasti, dan tak dapat kuhindari. Perasaan yang berkecamuk di hati seakan-akan hendak meluap dan bercampur tidak karuan. Entah bagaimana dan darimana mulanya, kenangan demi kenangan menghampiriku, bak film pendek hitam putih, setiap kata demi kata, tangisan, canda tawa menjadi sebuah animasi yang bermain-main di alam khayalku.
Suara roda ini pada akhirnya memberhentikanku di suatu tempat. Putih, dingin, namun ku tak sendiri. Kulihat sosok yang tidak asing bagiku. Berdiri tegak cukup jauh disana. Penglihatanku boleh saja tumpul dan berkurang, namun perasaan ini, tak sedikitpun cuil dari retaknya zaman. Aku tahu itu mereka. Ya, mereka. Aku mengenali mereka, luar dan dalam.
“Nyonya Suryati”
Suara itu menegaskanku. Aku sudah siap. Aku tak takut untuk menghadapi kenyataan. Pun untuk mati aku sudah siap. Biarlah Tuhan yang menentukan setiap detak jantungku, hembusan nafasku. Segeranya ku dibawa. Disinilah, aku, bersiap untuk meniti benang tipis, antara hidup dan mati.
***
Namaku Pangestu Soekarno Utomo. Biasa dipanggil Ipang. Aku tak mengerti mengapa orang-orang memanggilku dengan sebutan tersebut. Aku sih biasa saja, dan tidak terlalu memperdulikan hal tersebut. Namun terkadang orang-orang bingung akan nama panggilanku. Aku sih masa bodoh saja.
Aku lahir di Surakarta, kota yang berkembang pesat, katanya. Datang ke dunia sebagai anak ke empat dari empat bersaudara. Ya, akulah yang seringkali disebut oleh orang jawa sebagai ragil. Yang paling kecil, paling lemah, paling dimanja, katanya. Namun sekali lagi, aku tak peduli. Aku ketus dan tak mau tahu. Ya, segalanya hanyalah ada aku dan diriku.
Mari, kuceritakan sedikit kisah mengenai diriku. Ya, diriku dan bukan orang lain.
***
(Bersambung ke part 2)
- Get link
- X
- Other Apps
Labels
free-writing novel.fiction
Labels:
free-writing
novel.fiction
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment